Wednesday, April 26, 2017

Absen

Halo semuanyaa.
Hari ini mau izin gak ngepost apa-apa ya hehe.
Gak sibuk sih, hanya sedang unmood aja.
Maafkan atas ketidak-konsistenanku ini.
Selamat malam, selamat beristirahat❤️

Tuesday, April 25, 2017

Watch Out Our Society

Selamat malam, semuanya. Hari mau cerita gak panjang-panjang amat sih hehe.
Jadi gini, pernah kalian menemukan teman kalian yang kaget dengan dunia ini kayak "wah ternyata dunia ini luas banget! aku bisa bebas melakukan apapun yang aku mau."
Biasanya sih, biasanyaa, yang kayak gitu adalah tipe-tipe orang yang mainnya kurang jauh, maksudnya yang dulu terlalu dikekang oleh peraturan orangtua, misalnya, sehingga mau jalan bareng teman aja susah banget minta izinnya dan lebih sering gak diizinin daripada diizininnya.

Teman-teman kita yang kayak gini, biasanya target setelah SMA adalah pergi kuliah ke luar kota agar bisa jauh dari orangtuanya dan otomatis bisa bebas ngapain aja. Motivasinya malah bukan buat dapat kuliah bagus, nilai bagus, lulus tepat waktu, tapi motivasinya malah bebas ngapain aja tanpa harus dilarang-larang orangtua.

Jujur aja, aku punya teman yang kayak gini, nih. Dulu sih dia gak pernah kemana-mana, like mau keluar main aja susah banget dan berusaha untuk kuliah jauh-jauh agar bisa bebas. Singkatmya, dalam waktu beberapa bulan saja setelah masuk kuliah, temanku  ini udah dapat pacar yang membuat dia jadi semakin sering pergi keluar, setiap hari. Gak kenal waktu lagi buat pulang. Gak kenal takut lagi buat bohong sama orangtuanya dan dirinya sendiri. Intinya gak mikirin resiko lagi kalau mau melakukan sesuatu. Benar-benar merasa dirinya bebas, tidak terikat oleh peraturan orangtua.

Menurutku, teman-teman kita yang kayak gini tuh terlalu kaget sama pergaulan di luar sana. Kaget sama makanan ini itu yang ternyata banyak jenisnya, kaget sama tempat-tempat unik yang banyak banget,  kaget sama pergaulan yang ternyata luarnya begini tetapi dalamnya tidak demikian, bahkan kaget sama ternyata kalau punya pacar itu bisa ngapain aja, minta ini itu. Intinya tidak  pernah bebas sehingga merasa sangat bahagia ketika bisa bebas dan sampai tidak sadar telah melakukan hal yang salah.

Sedih sih lihatnya. Apalagi kalau emang anak ini udah diberikan kepercayaan oleh orangtuanya untuk kuliah jauh-jauh. Kenapa sih susah banget untuk bertanggungjawab atas suatu hal yang udah dipercayakan? Uang kuliah mahal, kalau orangtua kamu kaya ya gak masalah sih, kalau enggak? ya kasihan orangtuamu. Ya intinya gitu aja sih, pikirin aja orangtuamu dan kepercayaan apa yang udah diberikan sama kamu. Kalau orangtuaku sih pesan gini sama aku: "Ya sekarang kamu udah jauh dari mama sama papa, kalau kamu mau rusak karena pergaulan dan lingkungan ya silahkan saja. Kamu udah besar, mama sama papa gak mungkin ngontrol kamu terus, nanya-nanya kamu lagi dimana setiap menit, kamu sadar diri sendiri aja kalau mau melakukan yang aneh-aneh ntar yang rugi itu diri kamu sendiri."

Jaga diri masing-masing aja dari pergaulan dan lingkungan yang tidak baik.
Selamat malam, selamat beristirahat.

Monday, April 24, 2017

Urgent!!!!

Permasalahan anak asrama di bulan menjelang memasuki tahun kedua perkuliahan adalah:
  • CARI KOSAN!

Udah 3 hari ini aku bareng temanku keliling-keliling cari kost yang dekat, dan yang terpenting bisa jalan kaki ke FISIPOL kampus impian hehe. 
Susah juga ya ternyata... 
Soalnya aku anaknya rada pemilih gitu...
Ini juga kali ya faktor penyebab kosannya ga dapet-dapet hehehe. 

Boleh banget lho, kasih aku saran kosan yang dekat ke kampus dan lingkungannya nyaman. 
Jika yang membantu adalah wanita, akan aku anggap sebagai saudaraku sendiri. Jika yang membantu adalah pria, bakal aku jadiin pacar. (EHH!!)
((Bercanda))
(((Hehe)))

Itu aja deh, mohon bantuannya. Terimakasih semuanyaa. 

Have a good day❤️

Saturday, April 22, 2017

Waspada Catcalling

“Psstt pstt cewek!”
“Dek, mau kemana? Sini abang temenin.”
“Pwitt.. Cantik-cantik kok sombong, sih?”
Mana, nih suaranya yang merasa pernah mendengar kalimat tersebut dan ditujukan kepada diri kalian oleh abang-abang tukang bangunan, abang-abang yang sedang lewat di depan kalian saat kalian lagi berdiri di pinggir jalan, atau sekumpulan lelaki yang baru saja pulang bersama geng-nya? Tahukah kalian bahwa yang dilakukan oleh sekelompok lelaki tersebut adalah salah satu bentuk pelecehan yang disebut dengan catcalling? Nah, gimana? Pada kaget, kan? Bagi yang sudah tahu, gak ada salahnya, kan menambah informasi lagi? Bagi yang belum belum tahu, yuk simak tulisan ini!
Jujur saja, aku juga baru mengetahui bahwa tindakan tersebut merupakan salah satu bentuk tindakan pelecehan ketika aku baru saja menduduki bangku perguruan tinggi. Dulu, ketika aku baru pulang sekolah, seringkali aku mendengar kalimat tersebut diucapkan kepadaku oleh sekumpulan lelaki yang tidak kuketahui siapa. Aku pikir ya wajar saja bila mereka melakukan hal demikian, mereka kan tidak terdidik dengan baik sehingga tidak tahu bagaimana caranya sopan santun. Ketika hal tersebut terjadi, aku selalu merasa takut untuk melihat wajah mereka, apalagi untuk memarahi mereka karena bagaimana pun, mereka bisa saja melakukan sesuatu yang jahat kepadaku.
Kejadian tersebut terus berulang. Aku merasa terganggu, tentu saja. Tetapi aku tetap saja tidak berniat untuk memarahi atau sekedar menunjukkan bahwa aku marah dari ekspresi wajahku karena berdasarkan pengalaman, walaupun sudah memasang raut wajah marah, mereka tetap saja meneruskan kegiatannya dengan berkata: “Cantik-cantik kok jutek, sih!”
Jadi, teman-teman, sudah saatnya kita para perempuan mempelajari sesuatu untuk melindungi diri sendiri, misalnya dengan ikut latihan bela diri, karate, atau taekwondo. Kegiatan ini akan sangat bermanfaat jika kita ingin memarahi pelaku catcalling tanpa perlu takut kita akan terancam bahaya. Catcalling ini memang sudah seharusnya dimusnahkan karena secara tidak langsung hal tersebut merupakan tidakan merendahkan diri perempuan. Perempuan seringkali dianggap remeh sehingga pelaku catcalling berpikir bahwa mereka bisa melakukan apa saja kepada kaum perempuan.
Oleh karena itu, ada baiknya kita sebagai kaum perempuan sudah mengetahui informasi ini sedini mungkin agar kita bisa terhindar dari pelecehan yang dilakukan oleh kaum lelaki ini. Oh iya, ada saran sedikit dari aku, nih! Untuk berjaga-jaga, sebaiknya kita meracik semprotan cabai dan menyimpannya di sebuah botol spray. Yaa.. tapi jangan hanya disimpan-simpan aja. Bawalah semprotan cabai ini kemana-mana dan letakkan di daerah yang mudah dijangkau karena akan sangat berguna di berbagai situasi.

Semoga bermanfaat. Have a good day!

Tak Pernah Cukup

Udara dingin menusuk
Semburat jingga mulai mengintip
Bunyi alarm yang bersahut-sahutan
Serta wajah-wajah yang masih mengantuk
Pagi telah tiba

Aku sudah tidak sabar bertemu kamu
Kamu yang entah sejak kapan menjadi spesial
Padahal kemarin kamu masih terasa mengganggu buatku

"Kamu berat!" katamu kepadaku selalu
Saat aku ada di boncengan
"Kamu cantik" katamu kepadaku tak kalah seringnya
Saat aku turun menemuimu di depan rumahku
"Aku cinta kamu" katamu kepadaku sampai kamu sadar kamu terlalu banyak mengucapkannya dalam sehari
Saat kita ngobrol bersama

Aku tidak ingin kembali ke rumah
Bagaimana jika kita tetap jalan-jalan saja?

Sampai pagi tiba lagi

Friday, April 21, 2017

Damai Itu Indah

Tersinggung biasa terjadi di media sosial. Terkadang sebuah status memang ditujukan untuk seseorang tetapi ketika yang dituju sadar dan bertanya kepada di penulis, penulis malah membantah:
"Lah kok merasa? Ini media sosial, bro. Isinya bukan kamu doang. Tersinggungan banget, sih jadi orang."
Padahal status yang berkaitan memang untuk orang yang merasa tersebut.  

Sebagian orang salah memaknai media sosial digunakan untuk apa saja. Marah ketika dikritik tetapi ciut nyalinya ketika dibantah dan malah beralih ke pernyataan:
"Kalo gak suka sama postingan saya ya tinggal unfriend dan block, gampang kan!"

Halo? Kamu kira media sosial ini digunakan untuk apa kalo tidak untuk menjalin pertemanan agar lebih erat dan membagi informasi? Itu fitur unfriend sama block akan lebih berguna untuk digunakan kepada orang-orang yang melakukan pelecehan terhadap kamu di media sosial. 

Kata-kata kebencian, sindiran, dan amarah tidak seharusnya diposting ke media sosial. Hal tersebut akan membuat orang-orang terdekat kamu di media sosial merasa bersalah ketika kamu mulai membuat status berbau seperti itu. Kenapa orang-orang terdekat? Gampang saja, apa mungkin kamu menulis mengenai seseorang telah menyakiti perasaanmu kepada orang yang tidak kamu kenal?


Oleh karena itu, hati-hatilah bermedia sosial karena dapat menimbulkan kegaduhan di antara beberapa pihak.  

Have a good day!

Thursday, April 20, 2017

Karena Semua Perempuan Itu Cantik

"Manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna."

Jika pernah mendengar kalimat tersebut, berarti udah tau dong, gak ada satu pun manusia di dunia ini yang tidak diciptakan dengan sempurna? Lalu, mengapa setiap orang selalu menganggap dirinya kurang?

Perempuan adalah manusia yang selalu tidak pernah puas dengan apa yang telah ada pada tubuhnya. Entah itu wajahnya yang dirasa jelek karena jerawatan, tubuhnya gemuk karena lemak menggelambir di sana sini, dan masih banyak lagi. Lihat saja, dimana-mana pasti salon wanita yang paling banyak pengunjungnya daripada salon pria. 

Kecenderungan selalu merasa diri kurang menyebabkan dilakukannya tindakan laser wajah, memancungkan hidung, memanjangkan bulu mata, sulam alis dan bibir, sedot lemak, hingga operasi plastik. Hey, teman-teman sesama perempuan, aku punya wajah yang jerawatan dengan bekas dimana-mana, lemakku menumpuk di bagian lengan dan paha, perutku buncit, dan tidak sekalipun aku berniat untuk merombak habis-habisan tubuh dan wajahku ini. "Kamu tuh ga peduli banget sih sama wajahmu!" adalah kalimat yang sering aku dengar dari orang-orang yang melihat wajahku yang tidak bersih ini. Lah, yang pengen punya jerawat juga siapa??

Tapi, aku membiasakan diri untuk menghargai apa yang ada pada tubuh dan wajahku. Aku berusaha untuk merawatnya dan mempercantiknya, tapi tidak dengan cara-cara yang berbahaya. Ya mungkin sebagian orang akan berkomentar "Duit duit gue juga, mau gue rombak wajah gue kek, mau gue besarin mata gue kek ya suka-suka gue lah! Bukan lu juga yang bayarin!". 


Aku cuma mau mengingatkan, cantik itu gak cuma diukur dari wajah yang putih, mulus, bersih dan tubuh langsing, tapi perilaku kita juga mencerminkan betapa cantiknya kita.